Akomodasi Korea Selatan

Di Korea Selatan, kami kembali menginap di sebuah apartemen yang kami temukan dan kami book melalui situs Airbnb, selama 7 hari kami tinggal di Seoul, 2 hari terakhir kami habiskan di kota Jeonju, kami sengaja memilih penginapan di kawasan Jeonju Hanok Village, dan kami mendapatkan sebuah homestay yang sangat cozy di Jeonju.

Kami mengandalkan kereta api sebagai transportasi utama di Korea Selatan, baik itu transportasi dari dan ke airport, ataupun untuk keperluan dalam kota, bus kota juga kami gunakan di beberapa tempat, dan taksi di Jeonju.

Makanan di Korea Selatan bukan hal yang cukup mudah untuk muslim traveller, jadi kami memang tidak banyak menghabiskan waktu dan uang saku untuk wisata kuliner, tapi kami manfaatkan fasilitas dapur di apartemen dan membeli beberapa groceries di supermarket terdekat.


Penerbangan

Setelah istri saya yang paling jago dalam browsing jadwal penerbangan, kami memutuskan menggunakan AirAsia X dengan 1x transit di KL, Malaysia, karena kami travelling sekeluarga, tentu sekarang sudah ga bisa hanya mengandalkan bagasi 7 kg saja per orang, kami gunakan add-on hanya untuk bagasi saja sebesar 30kg hanya untuk saya saja, tanpa pilihan kursi dan in-flight meal.

Tambahan informasi, sebenarnya bukannya ga ada penerbangan direct ke Incheon, masalahnya dengan jadwal yang sama harganya sampai IDR 24 juta, kan lumayan selisih ampe IDR 10 juta mah, lalu gimana dengan penerbangan yang full facility? Ada juga sudah plus bagasi 30kg per orang, in flight meal and entertainment, tapi sama itu juga harus transit, dan beda harga sampe IDR 4-5 juta

Menurut kami si itu terjadi karena kami book flightnya bener-bener deket banget waktu keberangkatan, bisa jadi kami dapat harga yang bagus dengan penerbangan maskapai non budget yang direct flight (Garuda atau Korean Air) kalau kami book flight 5 bulan sebelum keberangkatan, seperti yang kami dapat waktu terakhir kali ke Jepang di tahun 2018.


Penginapan

Seoul

Kami menginap di sebuah apartemen di dekat Konkuk University, Seoul, Gwangjin-gu, apartemen ini kami sewa selama 7 hari di Seoul dengan rate USD 27.2~ IDR 400,000/malam, berikut adalah property listing-nya.

Dan ini short review dari area sekitar apartemen dan bagian dalam apartemen kita, itu sebenarnya 2 shoot di 2 hari yang beda, jadi jangan heran ya pas masuk apartemen itu hari yang beda… 😁

Apartemen ini adalah apartemen studio, tidak sebesar apartemen saat kami menginap di Jepang, kamar mandinya juga kecil tapi bagi kami ini cukup, karena yang penting nyaman untuk istirahat dan bersih , kelengkapannya :

  • Queen size bed
  • Sofa bed
  • Televisi
  • AC (hanya digunakan waktu summer)
  • Mesin cuci
  • Kulkas
  • Penghangat ruangan
  • Air panas, kamar mandi dalam
  • Wifi
  • Lift
  • Hair Dryer
  • Vacuum Cleaner
  • Dapur, lengkap dengan microwave dan termos pemanas air
  • Rice cooker, kita request khusus, tidak disediakan secara umum

Kami membawa beras, beberapa makanan siap saji yang dikeringkan (dendeng, ayam suwir), sambal, kecap, dll, semua selera khas Indonesia deh… karena untuk makanan agak sulit untuk mendapatkan makanan halal, selain itu juga sebagai upaya cost saving 😋

Jeonju

Di 2 hari terakhir, kami berpindah kota dari Seoul ke Jeonju, karena kami pengen menikmati suasana pinggiran kota di Korea Selatan, dan berdasarkan review, memang Jeonju ini memiliki Hanok Village di tengah-tengah kotanya, yang menarik banyak wisatawan domestiknya di weekend.

Di Jeonju kami menginap selama 2 malam di property bernama Beautiful House, tarifnya sekitar IDR 800,000/malam yang kami book via Agoda, berikut property listingnya, dan berikut kelengkapannya,

Jeonju Beautiful House
Breakfast…😋
  • Matras untuk orang dewasa
  • Microwave (shared)
  • Amenities (coffee, tea, hot water, mineral water) – shared
  • Ensuite bathroom, hotwater
  • Breakfast included
  • TV cable
  • Wifi

Dan ini short video-nya

Satu hal yang tidak terlupakan dari homestay ini adalah host-nya yang ramah banget, dia terus ngecek jadwal kedatangan kita via Whatsapp, dan dia bisa komunikasi dengan bahasa Inggris cukup fasih, kita bisa nanya hal-hal penting misal transportasi ke Incheon Airport, mengingat di area ini ga banyak yang bisa bahasa Inggris, di hari keberangkatan dia booking taxi buat kita dan memastikan bahwa supir taxi nya ngantar ke Jeonju Train Station dengan benar.


Transportasi

Untuk transportasi selama 7 hari kami di Seoul jelas yang paling utama adalah kereta api, karena memang coverage-nya hampir seluruh area Seoul, dan harganya lebih bersahabat, kami menggunakan uang elektronik T-money yang kami beli di convenience store di bandara, dan bisa diisi ulang di supermarket mana saja di Seoul.

O ya, download juga aplikasi T-Money balance check, kalau smartphone kamu mendukung, ini aplikasinya, ini punya saya udah nol, karena sudah di-refund, tempat refund-nya juga di convenience store asiknya T-money ini ga ada kadaluarsanya, jadi bisa disimpan terus.

Kereta Api

Sama kaya negara maju lainnya, berbagai moda transportasi yang populer di Korsel adalah Kereta Api, Bus Kota, dan Taksi, yang paling banyak dipakai adalah Kereta Api dan Bus, karena memang sistem railway track-nya sudah serupa dengan Jepang yang bisa menjangkau hampir seluruh daerah di kota-kota besarnya seperti Seoul, kami ga sempat ke kota besar lainnya kaya Busan, Daegu, jadi ya ga tau persis seberapa advance-nya, tapi pastinya si standarnya sama ya…

Sangat disarankan untuk download aplikasi Subway, yang bisa didapat di Playstore dan Appstore,

Kedua aplikasi tersebut lengkap menyediakan panduan stasiun asal, stasiun tujuan, transfer, dan waktu keberangkatan real time, dan dilengkapi warna sesuai lintasan yang akan kita tuju, serupa dengan jalur Kereta Commuter Indonesia, tapi jalurnya lebih kompleks.

Kalau belum biasa membaca peta subway mungkin agak bingung, saya akan kasih contoh bagaimana kita bisa gunakan peta subway ini dari airport sampai ke penginapan kita di Gwangjin-gu.

Pada aplikasi klik stasiun awal dan pilih “Depart From” dan stasiun akhir “Arrives At”, dan ini penjelasan dari rute kami di atas

  1. Dari Incheon menggunakan AREX, dengan line berwarna turquoise green.
  2. Karena keretanya Non-Stop kami harus tunggu kereta berhenti di Seoul Station.
  3. Untuk mencapai apartemen kami harus dari Hongik Univ. Station, jadi kami balik lagi dari Seoul Station ke Hongik Univ dengan All-Stop AREX, ya resiko beli tiket lagi juga…😁
    • o ya sekedar tips, kalau memang mau pakai AREX, kalau bawaan ga banyak, ya mending pakai All-Stop, lebih lama dikit, tapi kalau stasiun akhirnya kelewat ga perlu balik kaya kami.
  4. Dari Hongik Univ Station, kami pakai Green-Line no.2 ke arah Konkuk University.

Berikut kereta yang kami gunakan selama kami di Korea Selatan.

  • AREX, kereta express dari airport ke Seoul Central Station, ada 2 macam keretanya, yang All-Stop sama Non-Stop, saat naik dari airport, ikuti aja signage di platform untuk bedain yang Non-stop dan All-Stop, karena biar cepet kami pakai yang Non-Stop, kita nunggu di pintu yang ada tulisan kaya di bawah biar ga salah naik. Detail perjalanan dan biaya AREX bisa dilihat di sini.
  • Subway, buat perjalanan dalam kota.
  • KTX, kereta express yang kami pakai dari Jeonju ke Seoul Central Station, pemesanannya dilakukan secara online di sini, biayanya lumayan, sekitar KRW 34,600/orang ~ IDR 350rb an.

Bus Kota dan Bus Antar Kota

Bus Kota – Kami tidak menggunakan aplikasi apapun untuk bus kota, karena kami jarang pakai bus, dan lebih coba-coba untuk melihat jalurnya di Google Maps, o ya, karena sempat nyebut Google Maps, sedikit info, di Korsel, Google Maps ga bisa digunakan untuk navigasi dengan berjalan kaki, tapi kalau navigasi untuk transportasi umum, sekalipun antar kota, Dan rute-nya lumayan akurat untuk nomor bis yang lewat halte tersebut.

Bus Kota juga menerima pembayaran cash dan t-money, kalau naik bis di Korsel jangan dari tengah, karena tap in harus lewat pintu depan, ketika kita sampai di tujuan, tekan bel karena bus driver ga bakal berhenti di setiap halte kaya kita, nah perlu diingat di sini, bahwa kita ga perlu tap out, karena saldo t-money tadi sudah terpotong pas masuk, tapi tetap penting dilakukan, karena kalau kita tap out, lalu kita akan sambung perjalanan dengan moda transport lain, misal kereta, atau bis lain, ternyata katanya ada diskonnya kalah kita tap out, sayangnya kami ga sempat kalkulasi berapa besar diskon setiap kali tap out.

Besarnya tarif bus kita ga terlalu ngeh, tapi kisarannya sekitar KRW 1450-1800 setiap kali naik

Bus Antar Kota kami gunakan untuk travelling ke beberapa kota di luar Seoul (Sokcho, Jeonju, Sinbug, dan Gapyeong), bus-bus ini kami naiki dari Gangbyeon atau lebih dikenal dengan DongSeoul Bus Terminal, yang bisa ditempuh dengan naik kereta dari apartemen kami, hanya 2 stasiun pemberhentian

Taksi

Kami ga banyak pakai taksi, bahkan kalau dihitung hanya 2x aja, waktu kami pindah kota ke Jeonju pas datang di Intercity Terminal, karena di kota tersebut ga ada jaringan kereta dalam kota seperti di Seoul, karena barang bawaan koper gede dan stroller anak, maka naik bis pun ga jadi pilihan.

Ga perlu khawatir dengan pakai taksi di Korsel, kita kasih aja alamat sesuai dengan Google Maps kalau sudah ada, klo bisa kasih alamat dalam aksara Hangeul klo di luar kota Seoul, Alhamdulillah drivernya ga jail muter-muterin, saat kami pakai taksi di Jeonju biayanya sekitar IDR 50-60ribu untuk jarak 5 Km.

Kami memang ga menjelajah banyak dengan transportasi publik lainnya, tapi di web banyak sekali tersebar informasi-informasi public transport yang lebih lengkap, contohnya di sini, informasinya cukup akurat.


Makanan

Untuk urusan makanan memang agak repot buat muslim traveler, karena pasti ekspektasinya adalah Halal.

Ini perjalanan kami dengan tantangan makanan Halal setelah Jepang, jadi solusinya adalah membawa makanan dari Indonesia (beras, rendang kering, sambal, kecap) semua serba makanan jadi siap dipanaskan di microwave, kami declare di kedatangan, tapi ga diperiksa juga, ya siap-siap aja kita mah…😁, kalo kehabisan nasi, beli nasi microwave yang ada di supermarket

Ada tempat yang memang sentra kuliner halal, yaitu di Itaewon, di sini memang banyak imigran, dan kebanyakan dari daerah Timur Tengah dan beberapa pendatang dari negara mayoritas muslim, sehingga di sini seperti terbentuk komunitas muslim, dan tempat shalat yang paling populer adalah Seoul Central Mosque yang ada di sini juga.


Tempat Shalat

Ini juga perkara yang ga mudah buat muslim traveler.

Ada masanya kami bisa dapat tempat yang layak buat shalat, tapi seringnya kami harus kreatif

Jadi ini adalah rangkuman tempat shalat yang kami bisa temui selama di Korsel

  • Incheon Airport – Tersedia, di area keberangkatan saja, kalau di kedatangan ada tempat ibadah multi-faith, karena bentuknya kapel dan kuil, saya shalat di luarnya.
  • Vivaldi Ski Resort – Tersedia
  • Nami Island – Tersedia, tapi sayang ga sempat motret, tapi banyak kok di web, ini contohnya.
  • Seoraksan Natonal Park – Tidak Ada
  • Pocheon Art Valley – Tidak Ada
  • N-Seoul Tower – Tidak ada, walaupun waktu sempet search di Google katanya ada, mungkin kelewat kali ya…
  • Central Seoul, Itaewon – Tersedia, Seoul Central Mosque
  • Jeonju, ada di masjid, tapi jauh dari tempat kita menginap, jadinya ga sempat ke sana, namanya Masjid Abu Bakr Al-Seddiq, lokasinya 1567-10 Inhu 2(i)-dong, Deokjin-gu, Jeonju-si, Jeollabuk-do, Korea Selatan

Konektivitas

Selama perjalanan di Korsel, kami memilih menggunakan mobile wifi dari JavaMifi, paket yang kami gunakan adalah paket 1 GB/hari, 4G WiFi South Korea Unlimited Savvy, sebesar IDR 300,000 untuk 10 hari, kalau bayar cash harus deposit, jadi saya bayar pake credit card supaya ga perlu deposit.

JavaMifi akan aktif di negara tujuan, secara otomatis akan terhubung ke jaringan partner di negara tujuan.

Penggunaannya adalah 1 GB/hari, dan apabila sudah melebihi kuota maka speed akan turun, tapi masih cukup cepat kalau hanya untuk browse Google Map, dan upload IG dan facebook, kuota 1 GB akan direset kembali di hari berikutnya, kami merasa ini sangat cocok, karena kami harus pindah penginapan di 2 hari terakhir, dan otomatis ga mungkin kita bisa bawa mobile wifi yang ditawarkan pemilik penginapan sebelumnya, jadi ya konektivitas terus terjaga,

Proses pickup JavaMifi ini kami lakukan di terminal keberangkatan di Indomaret, pickup bisa dipilih di website JavaMifi hingga 1 hari sebelum penggunaan, bisa juga pilih diantar ke tujuan, tapi tentu akan makan waktu lebih lama

Setelah penggunaan, JavaMifi modem bisa kita kembalikan ke Indomaret/Alfamart dengan sebelumnya sudah isi form konfirmasi berikut, pastikan device kita kembalikan max 2 hari setelah tanggal pemakaian, atau kena denda IDR 50,000/hari, yang tentu akan dipotong dari deposit (cash) atau dicharge ke credit card.

Tambahan dikit tentang konektivitas, ga ada kaitannya dengan modem, tapi ini tools yang banyak di HP kawan-kawan, yes, Google Translate, di masa kini kayanya app ini harusnya banyak membantu, ini beberapa contoh yang saya pakai, bahkan buat detect di makanan yang ditinggalin sama penyewa kamar sebelumnya bisa kami makan atau ga (mengandung 🐷)


Ringkasan Biaya Perjalanan

Berikut rincian biaya perjalanan ke Korea Selatan meliputi 2 kota singgah, Seoul dan Jeonju, serta wisata ke beberapa kota di Sokcho, Sinbug (Pocheon), dan Gapyeong (Nami Island), serta Vivaldi Ski Resort. Biaya ini adalah untuk kami bertiga.

Sekian sharing sekitar akomodasi di Korsel selama kunjungan 10 hari kami, memang pasti ga lengkap, karena saya belum jadi travel reviewer dan jam terbang travellingnya juga ga banyak, tapi mudah-mudahan cukup buat referensi awal, selamat menjelajah…😉


Tinggalkan komentar