Siapa sih yang ga tau Nami Island, selain Jeju Island yang kami ga sempat kunjungi karena keterbatasan dana dan waktu, lokasi wisata ini selalu jadi tempat kunjungan wajib bagi hampir semua turis, dan tentunya banyak banget WNI yang datang kemari dalam group
Kali ini kami kembali ke Nami Island sebagai independent traveller.
Saya selalu sarankan bagi anda untuk selalu membaca latar belakang, sejarah, dan cerita dari setiap tempat yang dikunjungi, tapi kalau males juga gapapa sih, cuma kalau saya pribadi selalu penasaran dengan tempat ini dulunya apa ya… gitu aja.
Transportasi
Kami berangkat dari apartement sekitar pukul 09.00, seperti biasalah, family traveller biasanya susah lebih awal, apalagi punya anak balita yang jadwalnya justru ngikutin dia.
Kami naik kereta Green Line 2 ke arah Gangbyeon Bus Terminal, atau DongSeoul Bus Terminal, dari DongSeoul Bus Terminal, kami membeli tiket untuk 2 orang dewasa ke arah Gapyeong Bus Station, biayanya KRW 7,200/orang

Perjalanan ke arah Gapyeong Bus Terminal ditempuh selama kurang lebih 2 jam, setibanya di Terminal, kami harus berpindah bus untuk menuju ke arah gerbang masuk Nami Island.
Ada beberapa cara ke gerbang Nami Island, karena secara jarak memang terlalu buang waktu kalau mau jalan kaki, walaupun bisa aja sebenarnya
Di area ini, ada 3 tempat ini yang katanya wajib dikunjungi, yaitu Nami Island, Le Petite France, dan Garden of Morning Calm, tapi karena sudah terlalu siang, kami hanya sempat ke Nami Island saja, kami tidak ke Le Petit France, karena sekitar tahun 2011 lalu kami sempat berkunjung ke Colmare Tropicale di Berjaya Hills, Malaysia, design dan layoutnya kurang lebih mirip, sedangkan Garden of Morning Calm, kami tidak sempatkan karena waktu yang mepet, dan juga di musim dingin, taman yang kelihatan es doank.
Gapyeong City Tour Bus
Ini bus yang melayani keliling area Gapyeong dari gerbang masuk Nami Island, Le Petite France, dan Garden of Morning Calm, biaya naik bis ini adalah KRW 8000/orang dan untuk anak-anak KRW 6000/orang, dan berlaku selama 1 hari kamu bolak-balik di area ini, masing-masing lokasi wisata punya tarif masuk yang berbeda-beda.
Kelebihan naik bis ini adalah kalau kamu memang mau keliling area ini dan berkunjung ke 3 spot tadi, maka kamu udah bayar all-in, berikut jadwal keberangkatan dan tarifnya.



Bus ini mudah dikenali dengan tulisan di samping bus “Gapyeong City Tour Bus”, sayang saya ga sempat ambil fotonya, silakan dilihat di sini, bentuk dan penampakannya sama kok.
City Bus
Karena kami sejak awal memang sudah ga niat untuk berkunjung ke semua lokasi, maka kami memutuskan naik bis rute 10-4 warna hijau dari, biayanya sama dengan bus kota pada umumnya sekitar KRW 1450-1800/orang, ga pernah ngeh sama biaya naik bus, karena ngeh-nya cuma pas ngecek saldo T-money aja.
Perjalanan dari Gapyeong Bus Station ke Nami Island tidak makan waktu lama, hanya sekitar 20 menitan
Taksi
Taksi tersedia sangat banyak dari Gapyeong Bus Station ke Nami Island, dan sebaliknya, kami memang tidak pakai taksi (takut kemahalan 😋), tapi yang kami denger sih, harganya ga lebih dari KRW 5000 ~ IDR 60,000, kalau travelling dengan orang dewasa banyakan, naik taksi masih lebih ekonomis, dan juga pasti lebih bisa manage waktu.
Naminara Republic
Tepat pukul 13.00 waktu setempat tibalah kami di Gerbang Masuk Nami Island, atau sering disebut Naminara Republic, tempat wisata ini seolah mau mengesankan bahwa ini adalah semacam “negara” karena di tiket masuknya kita akan dikasi semacam “visa” masuk Naminara Republic.
Tiket masuk ke Nami Island, termasuk tiket kapal ferry, biayanya sebesar KRW 13,000/orang, dan balita kebetulan di sini bayar 😋, KRW 7000.
Nah ini adalah sekilas pemandangan yang bisa kita lihat selama di atas kapal ferry, dengan lama perjalanan kira-kira 15 menit, anginnya kencang banget dengan suhu udara mungkin kira-kira 10 derajat celsius.
Kami sampai di Gerbang Masuk, dan inilah ringkasan perjalanan selama kami nikmati pemandangan di Nami Island… ga banyak yang bisa kami ceritakan, karena mending lihat gambar yang bisa bercerita lebih banyak ya… dan kami juga hanya sempat abadikan di atas kapal ferry dan short video di depan
Ada satu spot yang terkenal nunggu tempatnya sepi buat foto susah banget, saya ga tau judul Drakor-nya bener apa ga, Winter Soneta yang paling terkenal shooting di sini, ga cuma itu sih, banyak drakor lain yang juga shooting di sini.
Sudah menjelang pukul 14.00, di Nami Island enaknya tersedia musholla dan tempat makan Halal, seperti saya bilang tadi, Nami Island ini banyak banget turisnya, dari negara mayoritas muslim seperti Indonesia dan Malaysia.
Sayang saya ga sempat mengabadikan tempat shalatnya yang cozy banget, dan di dalamnya dilengkapi area bermain anak, tapi mending dilihat lebih lengkap di sini, karena saya ga mau bermasalah dengan nyomot gambar orang 🤣



Di tempat makan kami memesan menu serba mie yang lupa namanya apa, nama restorannya kalau ga salah Asian Cuisine Halal Restaurant dan total makan di sini kalau ga salah sebesar KRW 22,000 untuk 3 porsi menu (termasuk menu non-spicy buat anak kami).
Selesai shalat dan makan, kami lanjutkan kembali perjalanan mengelilingi Nami Island, banyak spot-spot salju buatan dan ice carving yang masih cukup bagus untuk dinikmati.
Sekitar pukul 16.30 kami putuskan untuk kembali ke kapal ferry untuk kembali ke gerbang Nami Island, karena kami tidak mau kemalaman sampai apartemen.
Agak lumayan waktu yang diperlukan buat nunggu bus 10-4, kami kira-kira nunggu sekitar 20-30 menit, tapi akhirnya kami bisa kembali naik bus ke Gapyeong Bus Terminal, dan kembali menaiki bus antar kota yang akan mengantar kami kembali ke Seoul sekitar pukul 18.30
Ringkasan Biaya Perjalanan
Total biaya yang kami habiskan untuk perjalanan ke Nami Island kali ini adalah sebagai berikut, o ya berhubung tarif bus dalam kota dan kereta selalu ada di kisaran KRW 1450 – 1800 per orang per trip, kami ambil rata-rata saja untuk semua review sekitar KRW 1500/orang/trip
| Pengeluaran | Jumlah | Total (KRW) | Total (IDR) |
|---|---|---|---|
| Kereta (return) | 4 | 6,000 | 72,000 |
| Inter City Bus (return) | 4 | 6,000 | 72,000 |
| City Bus (return) | 4 | 28,800 | 345,600 |
| Nami Island Entrance | 3 | 33,000 | 396,000 |
| Makan Siang | 3 | 23,000 | 276,000 |
| TOTAL | 96,800 | 1,161,600 |
Kalau sekilas lihat di Klook, ga jauh berbeda, apalagi di Klook termasuk ke Le Petit France, tapi belum termasuk makan siang dan lain-lain, mungkin karena wisata ke Nami Island ini sudah sangat populer, yang terpenting dari self-managed tour adalah kebebasan waktunya, dan bagaimana kami memahami prosesnya.
Sekian perjalanan singkat kami, semoga menginspirasi, terutama buat family traveller, selanjutnya kami akan mengulas perjalanan kami ke Vivaldi Ski Resort, nah untuk yang satu ini, setelah kami coba googling, ternyata susah, jadi ya kami lakukan pre-book attraction via indiway, dan ga mahal, karena total hanya IDR 800,000 untuk kami sekeluarga – sampai jumpa di review Vivaldi Ski Resort










































