Setelah sekian lama, kayanya waktu yang pas buat kembali travelling ke tempat yang sempat lama diniatkan, kali ini setelah beberapa hari sebelumnya istri saya banyak googling tiket pesawat (sindrom kangen travelling), dan dapat beberapa tiket ke Korea Selatan dengan harga yang bagus, langsung deh, siapin semua dokumen-dokumen, sampe kalo ga salah ada setengah hari di kantor ngurusin dokumen-dokumen aja 😋, kebetulan di kantor waktu kerjaan lagi ga “peak season” dan namanya ngurus dokumen-dokumen visa itu yang paling ribet adalah ke bank untuk legalisir rekening koran.
Pada akhirnya semua dokumen lengkap dan kami ajukan di bulan Dec 2019, untuk jadwal travelling kami di Feb 2020, yang kembali bertemu dengan musim dingin, sama kaya waktu di Jepang 2018
Lokasi Pengajuan Visa
Untuk mengurus visa ROK, kita ajukan melalui KVAC (Korea Visa Administration Center), yaitu kantor perwakilan Kedubes Republik Korea Selatan, yang beralamat di Lotte Shopping Avenue, Ciputra World 1 Unit 5F-05A LT. 05, Jl. Prof. DR. Satrio No.1, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan 12940.
KVAC dapat dihubungi melalui web http://www.visaforkorea-in.com, email di info@visaforkorea-in.com, telepon, maupun Whatsapp, detailnya ada semua di website, dan pengalaman waktu kontak via semua media ini dijawab dengan baik.

Ketika sampai di KVAC, cukup banyak pemohon visa individual yang tidak pakai travel agent, indikasi bahwa prosesnya memang ga rumit.

Sayangnya waktu saya aplikasi di bulan Desember 2019, belum ada fasilitas antrian online seperti antrian paspor, jadi proses pengajuan sifatnya Go-Show, KVAC ada di dalam Shopping Mall yang juga Business Center, ketika saya datang jam 8 pagi, akses masuk Mall masih ditutup, maka saya masuk dari pintu masuk Business Center, aksesnya para karyawan yang berkantor di Lotte Shopping Avenue.
Sampai di Lantai 5, lokasi KVAC, seperti biasa, sudah banyak orang yang datang, dan karena KVAC buka jam 9, jadilah kita antri berdiri depan pintu masuk, karena nomor antrian juga belum dibuka, lumayan ada sekitar 30-45 menitan berdiri 😁
Tepat pukul 09.00 WIB, layanan KVAC dibuka, baru kita diperbolehkan ambil nomor antrian, ternyata dikelompokkan jadi antrian pribadi dan antrian travel agent. Saya tentu di antrian pribadi. Saya dapat antrian nomor 8, dan karena loket pelayanannya banyak, dan semua loket buka, ga perlu lama buat saya untuk dipanggil.
Dokumen Visa Wisata Umum (C-3-9)
Ini adalah screenshot dari keperluan dokumen visa wisata umum, yang versi lengkap petunjuknya ada di dokumen ini, dan juga formulir visa, yang bisa didownload di website KVAC yang saya sebutkan sebelumnya, saya ga taruh link di sini, karena akan lebih update di web KVAC.

Dokumen Persyaratan adalah dokumen inti yang semua pemohon wajib menyediakan dokumen yang sama, sementara Dokumen Keuangan adalah sebagai supporting document saja, dan hanya wajib menyertakan 2 (dua) saja.
Saya memilih menyiapkan semua yang ada di web, jaga-jaga kalau diminta, tapi prinsipnya, cukup masukkan Dokumen Persyaratan dan 2 (dua) Dokumen Keuangan saja, ga perlu submit semua dokumen, dalam hal ini saya memilih Rekening Koran dan Slip Gaji selama 3 bulan terakhir, karena cukup standar diajukan sebagai seorang karyawan.
…Informasi…
Bukti pemesanan tiket pesawat dan booking hotel bukan persyaratan, kalau ga salah memang baru direvisi persyaratannya, jadi kawan bisa santai sedikit buat booking tiket, toh juga visa berlaku selama 90 hari sejak diterbitkan, namun demikian, alamat di Korea tetap diminta, untuk itu harus sudah punya perkiraan hotel atau homestay untuk tinggal, gapapa biar belum booking juga – kami ajukan pakai alamat hotel, taunya pas tinggal kita di apartemen…😋
Perihal nama di Paspor – penting saya bahas sedikit, kalau nasib memang punya satu nama kaya saya, ga perlu pakai tambah nama apapun, selama KTP, KK dan Paspor sama, tapi karena saya pernah ke UAE, dan ada halaman pengesahan penambahan nama di Paspor, jadi saya diminta dokumen pendukung yang bisa menyatakan bahwa memang itu nama saya – dan saya pakai KK Ayah saya yang ada nama Ayah dan Kakek saya dan sesuai dengan pengesahan nama pada paspor.
Informasi pendukung – kalau pernah bepergian ke negara lain yang perlu visa, walaupun paspor sudah expired, bisa dilampirkan sebagai pendukung, saya pakai history visa waiver Japan dan visa ke UAE (Dubai) sebagai pendukung, walaupun travellingnya sudah di tahun 2018.
Informasi dukungan finansial – pada formulir pengajuan, akan ditanyakan juga sumber dana yang akan digunakan selama visit dan perkiraan jumlahnya, saya menuliskan USD 1500 ~ Rp 22,5 juta (USD 1 = IDR 15,000) untuk estimasi selama 10 hari visit untuk 3 orang, ga ada informasi fixed berapa angka yang aman untuk proses pengajuan, tapi selama menurut hitungan kita, sekitar IDR 2,000,000/hari untuk sekeluarga cukup masuk akal, malah menurut saya ini perkiraan cukup gede, buat solo traveller bisa jadi lebih kecil, tentu ini akan dicross cek dengan rekening koran kita dan slip gaji, selama make sense Insha Allah lancar prosesnya.
Anggota keluarga – walaupun mengajukan visa sebagai grup (keluarga), visa akan tetap diterbitkan masing-masing dan dan formulirnya tetap isi masing-masing juga, lalu gimana dengan istri saya yg mengurus rumah tangga dan anak saya umur 3 tahun?. Dokumen utama (formulir, paspor, copy visa) pakai masing-masing dan dokumen pendukung (slip gaji, rekening koran, surat keterangan kerja, dll) pakai dokumen saya sebagai dokumen utama. Untuk anak saya yang belum bisa mengisi sendiri, pada formulir pengajuan perlu mengisi informasi tentang bantuan dalam pengisian formulir, dan saya yang tandatangan.
Dokumen tambahan – kalau ada dokumen yang kurang, ga usah khawatir, di KVAC ada pojok kelengkapan dokumen, sehingga…
- Ketinggalan dokumen – kalau punya salinan digital tinggal email dan print di KVAC – ini yang saya lakukan waktu saya harus lengkapi dokumen salinan KK Ayah saya.
- Buat surat pernyataan dll – ada workstation khusus editing.
- Tersedia juga layanan fotokopi.
Biaya – Visa individu untuk tipe visa C-3-9 adalah,
IDR 544,000/orang + IDR 196,000 (admin fee) = IDR 740,000/orang.
Kami cukup beruntung, seperti saya sebutkan di atas, s.d Desember 2019, pihak Kedutaan Korea Selatan membebaskan bea visa, sehingga total untuk 3 orang kami hanya perlu membayar IDR 588,000.

Visa Approval
Tepat di tanggal 8 Januari 2020 sore, sesuai estimasi KVAC, visa kami disetujui, diterbitkan adalah 3 visa, saya cuma cantumkan hanya 1
Seperti bisa dilihat pada persetujuan visa, berlaku s.d 8 April 2020, selama 30 hari, artinya walaupun dalam pengajuan visa dituliskan misalnya rencana visit adalah tanggal 1 Feb – 10 Feb 2020, tapi tidak mesti kita harus melakukan travelling di periode tersebut, yang penting dilakukan dalam periode 8 Jan 2020 – 8 April 2020, dan hanya max 30 hari, untuk 1x entry ke ROK, jadi tidak bisa harinya berbeda-beda, kalau mau seperti itu maka model visa-nya adalah Multiple entry, yang tentu persyaratannya berbeda dengan visa wisata umum.

OK, selamat mencoba pengajuan visa secara self-managed via KVAC…
