Day 6 – Seoraksan National Park


Kalau ditanya, lebih suka ke pantai apa gunung, maka saya lebih suka ke gunung, alasannya sederhana, ke gunung lebih adem dan fresh, dan saya seringkali merasa tiap lihat gunung yang menjulang tinggi gitu suka merinding sendiri. sejarah tentang Mount Seorak banyak tersebar di web, salah satunya yang paling gampang ya di Wikipedia 😁,

Kali ini saya akan bagikan pengalaman travelling yang menyenangkan ke taman nasional ini bersama istri dan anak kami yang berusia 3 tahun.


Lokasi

Mount Seorak, terletak di Taman National Seoraksan di kota Sokcho, di bagian timur Korea Selatan, sekitar 151 km dari Seoul, atau sekitar 3 jam perjalanan darat.

Jam operasional Taman Nasional Seoraksan ini kami ga sempat perhatikan, tapi dari beberapa review di tripadvisor menyebutkan buka sejak 04.00, dan juga ga ada jam tutup resmi, tapi untuk Cable Car-nya beroperasi dari 09.00 – 18.00.


Transportasi

Di hari ke-6, kami mengadakan perjalanan dari Seoul ke Sokcho, dengan menggunakan kereta api dan bus antar kota.

Berangkat dari apartemen kami di Seoul sekitar pukul 09.00, menggunakan kereta api ke arah Dongseoul Bus Terminal, 2 stasiun dari Konkuk University Station ke Gangbyeon, kereta menuju stasiun akhir Guui, line nomor 2.

Di Dong Seoul Bus Terminal, kami langsung membeli 2 tiket dewasa ke Sokcho senilai KRW 19,700, sedangkan putri kami tidak beli tiket karena masih dianggap belum beli tiket kursi sendiri.

Rute Konkuk Univ -Gangbyeon
Dong Seoul Bus Terminal tepat di seberang Stasiun Gangbyeon
Seoul – Sokcho KRW 19,700/orang

Perjalanan sangat lancar, memakan waktu sekitar 2.5 jam perjalanan dari Seoul. Tepat pukul 12.00 kami tiba di Sokcho bus terminal, di sini kami kembali melanjutkan perjalanan ke arah Taman National Seoraksan dengan menggunakan bis kota rute 7-1, dengan biaya sekitar KRW 1,450 per orang. Bis tidak berangkat dari Terminal kedatangan di Sokcho, tapi kami harus jalan ke luar ke arah halte bis umum.

Bus terakhir berangkat dari Sokcho adalah pukul 21.00, tapi karena perjalanan juga perlu sekitar 2.5 – 3 jam, kami berangkat dengan bus pukul 17.30, supaya ga terlalu malam sampai apartement

O ya jadwal kedatangan bis ini juga ga banyak, terutama perjalanan pulang dari Seoraksan National Park, jadi disarankan sudah kembali ke halte kedatangan sekitar pukul 16.00, kecuali anda memang menginap di sekitar kawasan Seoraksan National Park, salah satu penginapan yang lumayan populer dan sempat kami lirik, yaitu Kensington Hotel, tapi kalau menginap di area ini artinya memang ga banyak tujuan lain juga, karena lokasinya yang memang cukup jauh dari pusat kota.

Sokcho Bus Terminal
Di dalam Public Bus Route 7-1

Sepanjang perjalanan dari Seoul sampai ke Sokcho, dan sepanjang perjalanan dari Sokcho ke arah Taman Nasional Seoraksan, kami mendapati pemandangan deretan pegunungan yang sebagian tertutup salju, warnanya seperti perak, dan ga henti-hentinya kami mengagumi pemandangan itu…Masha Allah…

Pegunungan dengan salju abadi

Seoraksan National Park

Sekitar 30 menit kemudian, sampailah kami di depan gerbang Seoraksan National Park, tiket masuk ke National Park ini adalah sebesar KRW 3,500 per orang dan untuk putri kami masih tidak dihitung. Kami tiba di gerbang masuk tepatnya pukul 12.30.

Ketika memasuki kawasan taman nasional ini, jangan lupa berfoto di depan icon kawasan ini, yaitu patung beruang yang ada persis setelah gerbang masuk, pemandangan latar dari patung beruang ini memang priceless…

Icon Seoraksan National Park

Seperti bisa dilihat, kawasan ini juga ramah bagi penyandang disabilitas dan keluarga yang membawa anak kecil dengan stroller, tapi itu tidak termasuk ketika kita akan naik cable car dan mau ke puncak Mount Seorak, atau ketika akan melihat yang disebut Gwongeumseong Fortress.

Sebelum kami menuju ke cable car station kami sempatkan dulu berkeliling, sesampainya di cable car station, kami membeli 2 tiket, lagi-lagi putri kami belum dihitung, Alhamdulillah, lumayan, soalnya 1 tiket harganya KRW 10,000 😋, jadi total untuk naik cable car ini kami membayar KRW 20,000.

Cable car ini ditujukan untuk traveller yang memang ga niat untuk trekking dan hanya untuk sightseeing di puncak Mount Seorak, tapi kalau ada traveller yang memang ingin merasakan jalur trekking, sudah disediakan jalurnya, menurut cerita yang pernah trekking, makan waktu sekitar > 1 jam, tergantung kemampuan orangnya untuk sampai ke atas.

Seperti tadi saya sebutkan, ketika naik cable car kita sudah tidak diperbolehkan bawa stroller, tapi ga perlu khawatir repot bawa-bawa stroller, karena disediakan penitipan stroller gratis.

Perjalanan cable car ini ga memakan waktu lama, sekitar 15-20 menit kita sampai di stasiun puncaknya.

Seperti layaknya puncak pemandangan, pasti dilengkapi sama teleskop untuk observasi, kami habiskan beberapa menit di sini, buat menikmati pemandangan yang luar biasa ini.

Kami lanjutkan perjalanan dengan meniti pathway yang sudah dibuat khusus untuk ke area yang disebut Gwongeumseong Fortress, sebagian jalan sudah didesain anti licin, tapi begitu kita sampai di bagian punggung pegunungan, harus extra hati-hati, karena hanya ada pagar pembatas, dan permukaan tanah licin karena sebagian masih tertutup es.

Kami bertemu beberapa wisatawan lokal yang terus mengingatkan untuk ga lanjut karena jalan licin, tapi ya kami kuatkan tekad (sambil dag dig dug tiap lewat jalan licin…😋) dan Alhamdulillah kami sampai juga di atas (ga puncak-puncak amat sih, ga berani sambil gendong Ayra)…

Epic view…!!!

O ya, kalau sudah sampai sini, ga terlalu dingin lo, karena kita langsung kena sinar matahari, anyway, sayangnya kami tetap ga terlalu ngeh yang disebut Gwongeumseong Fortress, katanya si itu dulu memang benteng yang berasal dari reruntuhan dan bagian puncak gunung itulah yang disebut fortress-nya.

Walaupun masih penasaran berharap ketemu bentuk benteng asli, tapi keindahan dari puncak Mount Seorak memang memberi kami sekali lagi perasaan, kita ni ga ada apa-apanya di dunia, ini baru 1 gunung di Korsel doank…

Kami kembali berjalan turun ke cable car station untuk kembali ke kaki gunung, dan sesampainya di bawah, jangan lupa apa?… yak betul, SHALAT…

Di kawasan Seoraksan National Park, ga ada tempat khusus untuk shalat, jadi seperti biasa kami cari tempat yang bersih, nyaman, dan ga mengganggu lalu lintas orang, kami dapat tempat di main building cable car station lantai 3 yang memang ga ada aktivitas.

Lokasi kami shalat di Seoraksan National Park

Alhamdulillah, lega selesai shalat, kami lanjutkan kembali perjalanan di tempat ini, mengelilingi Seoraksan National Park, di sini ada kuil Budha, dan juga patung Budha yang sering jadi tempat berfoto karena ukurannya, selain itu, landscape area-nya memang terlalu indah buat dilewatkan.

Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00, seharusnya kami sudah kembali ke gerbang masuk dan halte kedatangan, kami bergegas, dan lumayan ngos-ngosan, karena sesampainya di gerbang, dari kejauhan kami lihat bus rute 7-1 sudah mangkal dan siap berangkat, ga lama begitu kami naik bus, ga sampai 5 menit bus langsung berangkat…😮, dan bener aja sepanjang jalan pulang, kami ga ketemu sama bus dengan rute yang sama, kebayang ga sih ketinggalan bis di tempat yang jauh gini…😁

Sekitar pukul 17.00 kita sudah kembali sampai di terminal Sokcho, kami membeli tiket pulang ke Dong Seoul, o ya untuk traveler asing, hanya bisa beli tiket di loket dengan cash, karena vending machine yang melayani kartu kredit, hanya untuk kartu kredit yang diterbitkan di Korea Selatan saja.

Sekitar pukul 20.00 kami sudah sampai di Dong Seoul, kembali ke stasiun Gangbyeon dan kami tiba kembali di apartemen sekitar pukul 20.45.

OK…itu adalah sekilas perjalanan kami di hari ke-6 di Korea Selatan ke Taman Nasional Seoraksan, jujur, awalnya saya agak ragu ketika istri masukin ini lokasi ke itinerary kita, karena jarak, lalu transportasi, tapi secara keseluruhan, ke lokasi ini cukup mudah dan bisa cukup terprediksi waktunya, walaupun dengan bawa putri balita 3 tahun kami.

Seperti biasa, ini adalah ringkasan perjalanan selama di Mt.Sorak.


Ringkasan Biaya Perjalanan

Sekilas kami coba bandingkan dengan Klook, biayanya sebesar IDR 890,000/orang, dan ditotal sekitar IDR 2,69 juta, kalau disamakan dengan dihitung untuk 2 orang karena belum termasuk Cable Car dan Makan Siang, jadi sekitar IDR 2,1 juta, jadi untuk kali ini, biaya self-managed tour ini lebih ekonomis 😋 dan selalu fleksibilitas waktu dan pengalaman berharga

PengeluaranJumlahTotal (KRW)Total (IDR)
Kereta Api (return)4           6,000        72,000
Bus Antar Kota (return)4         76,800      921,600
Bus Dalam Kota (return)4           5,800        69,600
Tiket Masuk2           7,000        84,000
Tiket Cable Car2         20,000      240,000
Snack1           5,000        60,000
GRAND TOTAL120,6001,447,200

Semoga menjadi inspirasi, sampa jumpa di review berikutnya tentang Pocheon Art Valley.

Tinggalkan komentar