Kami pertama kali mengunjungi Malaysia di tahun 2012, saat masih jadi family couple traveller. Saat itu kami hanya menyempatkan wisata di sekitar KL dan tempat wisata Colmare Tropicale di kawasan Berjaya Hills. Kali ini kami berkesempatan ke bagian lain dari Malaysia, yang sangat populer dan bagi kami sangat berkesan, yaitu di Penang, kawasan yang teerketak di luar semenanjung Malaysia, yang merupakan negara bagian Pulau Pinang, dan kali ini kami menyempatkan untuk berkeliling di kota Georgetown.
Di kesempatan ini, kami mencoba membagikan perjalanan singkat selama 3 hari di Penang, termasuk review tempat menginap yang menurut kami sangat-sangat istimewa, dan tentunya tempat-tempat yang sangat menarik yang kami kunjungi.
Penerbangan dan “Transit”
Pada kesempatan short getaway kali ini, kami menggunakan penerbangan AirAsia, tapi kami tidak terbang langsung ke Penang, alasannya sederhana, karena sebenarnya liburan kali ini adalah extension visit saya setelah 4 hari sebelumnya menghadiri meeting regional, kan ga mungkin saya pesan tiket pulang dari Penang 😁.
Untuk meminimalkan biaya dan supaya saya bisa terbang bareng istri dan anak saya (mereka berdua biaya pribadi lo ya), makanya saya pilih AirAsia yang memang bedanya lumayan dibanding saya terbang dengan maskapai non-budget. Agak sedikit repot memang, karena jadinya istri saya harus mendarat di KLIA2, lalu karena hari sudah malam, kami putuskan bermalam dulu di sekitar KLIA2, tepatnya di Tune Hotel KLIA Aeropolis, lokasinya lumayan jauh dari KLIA, tapi untuk ada shuttle bus, harga per malam-nya adalah IDR 400,000, lumayan untuk istirahat, kamarnya kecil tapi masih lebih nyaman dibanding hotel Amaris yang pernah kami inapi di Bugis, Singapore, 2018 lalu.
Tepat pukul 05.00 keesokan harinya, kami kembali ke KLIA, untuk menuju Penang dengan menggunakan Malindo Air, kali ini Ayra sudah punya seat sendiri…

Penerbangan ke Penang sangat singkat, hanya sekitar 45 menit, lamaan nunggu boarding sama siap-siap dari hotel-nya.
Transportasi dan Akomodasi
Sesampainya di Penang International Airport, kami menuju ke penginapan kami di PHC Hotels di kota Georgetown, sekitar 16 km dari Penang International Airport, kali ini kita masih pakai Rapid Bus, yang jujur agak repot juga saat itu kami bawa 2 koper dan 1 stroller, dan bus kota space-nya ya kan pas-pasan, tapi good things dari bepergian di Malaysia adalah, biayanya murah, kami hanya menghabiskan total MYR 6 ~ IDR 25,000 untuk sampai ke hotel.
Paling berkesan nginap di PHC Hotel Magazine Vista, sumpah, manteb banget 👍👍😍😍, ini lebih mirip serviced apartment, dengan 2 kamar tidur besar, ruang tengah, dapur lengkap (microwave, kompor, kulkas, mesin cuci+dryer), dan 3 kamar mandi, jujur kami ga ngeh awalnya bakal dapat sebanyak itu dengan harga listing hanya sekitar IDR 600,000/malam, silakan dilihat snapshotnya di sini, dan juga short video mengenai apartemen ini, di sini.
Hotel ini terletak di tengah keramaian kota, dekat dengan shopping mall untuk belanja segala kebutuhan, dan juga bisa berjalan kaki untuk sekedar mencari jajanan pasar. Selama menghabiskan hari di sini, cobalah hidangan Nasi Kandar-nya, buat saya cucok banget… karena memang saya penyuka masakan Padang, dan kuliner Melayu mirip dengan masakan Padang, kaya akan santan gurih.

Untuk masalah transportasi, karena Penang ini areanya lumayan ga terlalu besar, lebih ekonomis menggunakan layanan Grab, dari 1 titik ke titik yang lain, berdasarkan pengalaman rata-rata setiap kali kami order Grab hanya menghabiskan max. MYR 20 per trip (IDR 75rb-an), udah cepat, ga cape pindah-pindah, bisa bawa anak pula…
Sebelum kami berlanjut ke ulasan perjalanan kami di Penang, sehari sebelum jadwal kepulangan, kami sempatkan ke KL dan menginap di Royal Chulan Bukit Bintang, alasannya sederhana, karena mempersingkat jarak ke KLIA2 untuk penerbangan pulang (ingat kami tidak terbang langsung ke Penang karena alasan di atas).
Day 1 Penang – Penang Hill
Setibanya di Penang, sekitar pukul 11.00 waktu setempat, kami belum bisa check-in di hotel, sehingga kami hanya drop koper, dan kami memutuskan langsung ke arah Penang Hill, yang jaraknya hanya sekitar 7 km dari hotel kami.

Kami kembali menggunakan layanan Grab, dan harganya sekitar MYR 18. Setibanya di carpark kami menuju loket untuk membeli tiket cable car round-trip seharga MYR 30 untuk dewasa, untuk anak-anak dikenakan MYR 15, tapi karena putri kami belum 4 tahun, maka masih free, silakan dilihat detail-nya di sini
Yang menarik dari kunjungan ke Penang Hill ini, atau populer dikenal dengan Bukit Bendera adalah kita bisa melihat landscape Georgetown dari ketinggian, ini memang kawasan wisata kalau kaya kita ke puncak, dan ini memang pusat konservasi, beberapa snapshot kegiatan kami di Penang Hill berikut ini sepertinya akan lebih mudah menjelaskan indahnya Penang Hill.
Sebenarnya ada tempat yang lebih menarik di Penang Hill ini, yaitu The Habitat Penang Hill, tapi biaya masuk ke sini bikin jadi mikir-mikir lagi 😁, sekitar MYR 55/orang (IDR 200rb an), memang indah banget kayanya kalau didatangi, cuma kami pikir lagi, sambil bawa anak dan ternyata ga boleh bawa stroller, jadi kayanya nanti kemahalan bayar hampir IDR 500 rb, terus ga puas, sayang…
Karena hari semakin siang, tentu kami tetap ga boleh melupakan ibadah, di bagian atas terdapat Masjid Bukit Bendera yang lumayan menanjak untuk mencapainya, masjidnya ga istimewa, tapi seperti layaknya masjid selalu membawa kesejukan sendiri di tengah panasnya cuaca di Penang Hill
Menjelang pukul 16.00 kami segera kembali agar tidak terlalu malam kembali ke hotel, kami kembali menggunakan Grab.
Day 2 Penang – Strolling in Georgetown
Penang Street Art
Hari ke-2 di Penang kami habiskan berkeliling di kota Georgetown, dan boleh dibilang hari ini kami benar-benar menghabiskan waktu berkeliling kota dengan berjalan kaki, amazing ya…😁
Kami mengawali perjalanan berkeliling Georgetown ini dengan mengunjungi Penang Street Art, hanya berbekal Google Maps, lumayan susah nyarinya, karena peta berubah-ubah terus titiknya, tapi akhirnya ketemu, jadi ini semacam bagian jalan di Georgetown yang diubah seperti layaknya art gallery, yang menarik adalah memang hampir sebagian besar sudut kota Georgetown ini sangat iconic.

Cheong Fatt Tze – The Blue Mansion
Dari Penang Street Art, kami lanjutkan perjalanan ke arah Cheong Fatt Tze – The Blue Mansion, ini sebenarnya hotel dari bangunan cagar budaya, di sini juga dijadikan tempat shooting Crazy Rich Asian, tadinya sudah hampir nyerah nih mo ke sini, lantaran habis dari Penang Street Art, kita kelamaan muter-muter dan sudah siang banget, unlike in Japan in 2018 ya, dulu di Jepang jalan jauh suhu udaranya selalu < 10 derajat celsius, jadi gada heatstroke, nah ini kan kita di negara tropis sama kaya di Indonesia, kebayang lah suhu di sekitar jam 12 siang, jalan kaki…

Setibanya di lokasi, benar aja, untuk bisa masuk ke area-area tertentu di Blue Mansion, kita harus tunggu jam-jam khusus tour, dan yang terakhir sudah lewat 30 menit yang lalu, tapi penjaga mansion-nya berbaik hati menganjurkan kita untuk masuk, dan disarankan untuk ke cafe dulu.
Akhirnya kami istirahat dulu, sambil foto-foto, dan saya sekedar minum ice coffee di cafe. Ga lama setelah itu, kami berkesempatan untuk melihat beberapa sudut tempat dari Blue Mansion ini, memang tempat yang unik, tapi ada beberapa area yang kami ga boleh masuki, karena itu tempat untuk tamu hotel, tempat ini sangat unik, dan memang dengan desain klasik khas Peranakan Cina, dan aura-nya ruangan-ruangannya karena saya senang lihat tempat-tempat bersejarah gini, hangat dan bersahabat, tempat ini sangat layak untuk dikunjungi.
Fort Cornwallis
Sebelum sampai ke Fort Cornwallis, kami masih melanjutkan perjalanan keliling Georgetown, sampai ke Penang Town Hall, dari sini kami sempat ke pinggir pantai dan menikmati dulu makan siang yang disebut dengan Pasembur. Fort Cornwallis ini adalah benteng peninggalan Britania Raya ketika, disebut sebagai salah satu benteng peninggalan Inggris terbesar di Malaysia, tapi ga pernah dipakai bertempur.
Dari sini kami agak ga tahu mau kemana sebenarnya, karena kurang explore sebelum sampai, jadi akhirnya kami kembali ke 1-Avenue Mall dekat hotel, pakai Grab nah di sini saya mulai agak miris nih, masa udah jauh-jauh ke sini nongkrong di mall lagi, akhirnya saya bilang istri, kita ke sini yuk, jadilah kita ke Fort Cornwallis, pas waktu itu hujan besar, akhirnya kami gunakan Grab lagi.
Tiba di lokasi sudah ga hujan, dan kami membayar tiket masuk sebesar MYR 20/orang. lagi asyik-asyiknya explore, hujan turun lagi, yah di sinilah akhirnya kami sudah pasrah ya sudah basah-basahan deh…
Setelah puas di Fort Cornwallis, kami bertiga sudah terlanjur basah kuyub, mau order Grab ga enak juga kan ya basah, kami putuskan berjalan kaki di sore hari kembali ke Hotel, jaraknya sekitar 2 km, tapi kami jadi banyak mendapatkan pemandangan gedung-gedung cagar budaya di Georgetown ini, termasuk monumen Queen Victoria Memorial di dekat Fort Cornwallis.
Walaupun jalan kaki dalam kondisi basah, dan sudah lelah, tapi sepanjang perjalanan pulang, gedung-gedung klasik peninggalan Britania Raya ini memang bikin memory card penuh… terlalu bagus untuk ga diabadikan, mirip kaya kota tua di Jakarta, hanya saja ini hampir seluruh kota arsitekturnya seperti itu.

Alhamdulillah sepanjang perjalanan, anak kami saking lelahnya tidur, dan kami tiba di hotel sekitar pukul 18,00.
Day 3 – Kek Lok Sie Temple – Departure to KL
Di hari ketiga kami masih sempatkan pergi ke Kek Lok Sie temple, lokasinya ga jauh dari Penang Hill, jadi balik lagi sebenarnya, kami kembali menggunakan Grab.

Tiket masuk ke Kek Lok Sie temple ini sangat murah, karena hanya MYR 2/orang yang merupakan harga untuk menaiki cable car, bisa ga kalo ga naik cable car? ya bisa aja, selama kuat menanjak mah… 😁, kalau anda solo traveller dan punya banyak waktu, hal yang ga salah untuk berjalan, karena pemandangannya bagus-bagus.
Kek Lok Sie temple ini adalah kuil peribadatan umat Buddha, dan merupakan salah satu kuil terbesar di Asia Tenggara, yang memang ga boleh dilewatkan dari kuil ini adalah landscape-nya yang dibuat menyatu dengan taman-taman.
Di tiap-tiap pemberhentian, kita diperkenankan untuk turun untuk melihat-lihat cinderamata, dan bagi mereka yang mau beribadah, karena di tiap tingkatan ini ada tempat ibadah yang kami ga terlalu paham pembagiannya, di tiap pemberhentian ini juga terdapat spot-spot landmark yang sayang kalau dilewatkan, di tiap tingkatan ada landmark tertentu, yaitu Taman Kura-Kura, Pagoda Rama, dan yang di puncak adalah Patung perunggu raksasa Dewi Kwan Im.
Kami tiba di puncak tujuan, yaitu Patung Perunggu Dewi Kwan Im, kami sempatkan menikmati pemandangan di sini, ga hanya patung Dewi Kwan Im, tapi juga ada taman yang indah yang pemandangannya menyejukkan di tengah panasnya suhu udara, saya takjub dengan besarnya area ini dan senantiasa terawat, patut dicontoh untuk pariwisata Indonesia.
Sayang kami ga sempat berlama-lama di Kek Lok Sie temple ini karena kami harus segera bergegas turun mengejar penerbangan ke KL, kali ini karena buru-buru jadi pakai Grab lagi.

Setibanya di KL, kami menginap semalam di Hotel Royal Chulan Bukit Bintang, dan keesokan harinya kami kembali ke KLIA2 untuk terbang pulang ke Indonesia.
Sekian kunjungan singkat kami ke Penang, semoga bisa menjadi inspirasi travelling, jangan lupa juga melihat ringkasan perjalanan dalam short video kami.
Ringkasan Biaya Perjalanan
Berikut ringkasan biaya selama di Penang, termasuk air ticket, biaya penerbangan ini saya masukkan juga tiket saya dengan asumsi harga yang sama dengan istri.
| Pengeluaran | Total (MYR) | Total (IDR) |
|---|---|---|
| Pesawat CGK-KUL (return) | 1,348 | 4,720,000 |
| Pesawat KUL-PEN (return) | 355 | 1,240,000 |
| Hotel PHC Penang | 368 | 1,290,000 |
| Tune Hotel Transit | 128 | 450,000 |
| Royal Chulan Bukit Bintang | 165 | 580,000 |
| Akomodasi Penang (Transportasi-all) | 200 | 700,000 |
| Tiket Masuk Atraksi (all Penang) | 105 | 367,500 |
| Cash Spending lainnya | 1,285 | 4,500,000 |
| GRAND TOTAL | 3,954 | 9,797,500 |
Pengeluarannya sepertinya mahal ya untuk ke Malaysia, memang flight dan karena kami ambil penerbangan yang ga langsung jadi lebih mahal, sekedar referensi coba-coba…

Kalau kami book flight CGK-PEN, maka biaya sebesar IDR 1,290,00, bisa kami hindari.





































































































