Tanggal 31 Desember 2023,
Saya selalu merasa nervous ketika akan memulai perjalanan jauh, saya memang orang yang cenderung overthinking . Penerbangan kami menuju Turkiye akan berangkat pukul 04.00 WIB, yang artinya kami harus mempersiapkan diri 2-3 jam sebelumnya harus sudah tiba di bandara, yang artinya lagi, harus prepare 1-2 jam sebelumnya untuk merencanakan keberangkatan dari rumah, karena jarak rumah – Bandara sejauh 80km yang harus ditempuh 1 – 1,5 jam perjalanan.
Berbagai pertimbangan kami pikirkan dari beberapa hari sebelumnya, mulai dari rencana nyetir dan parkir di kantor di Jakarta, lalu naik taksi ke bandara, rencana sewa grab, rencana parkir inap, dan akhirnya kami memutuskan pakai taxi dari rumah ke bandara, pertimbangannya, hari itu adalah malam tahun baru, jadi mesti antisipasi semua kemungkinan, ditambah lagi, tarif taxi dari bogor ke bandara, jika dibandingkan opsi lainnya, terpaut 100-200 ribu rupiah, ini adalah perjalanan besar yang kami sudah rencanakan, termasuk persiapan dana, jadi selisih harga tersebut sudah masuk dalam perhitungan kami.
Pukul 00.30, 1 Januari 2024 kami tiba di bandara, yang artinya kami menyambut pergantian tahun di tengah perjalanan. walaupun waktu menunggu masih jauh, tapi saya selalu lebih lega ketika tiba lebih cepat di bandara, ketimbang berangkat mepet waktu dan ternyata ada hambatan di jalan, ataupun proses di bandara seperti security check in dan proses imigrasi.

Kami habiskan waktu dengan menyiapkan berlembar-lembar kertas bergambar buat Ayra mewarnai, makan selingan di waktu dini hari, dan ga terasa akhirnya tiba waktu boarding sekitar pukul 03.30.
Tak disangka, ternyata pesawat pertama yang akan transit di Jeddah ini, ternyata SEPI, banyak sekali bangku kosong, sehingga selama 9 jam perjalanan kami bisa memilih untuk duduk di tempat lain yang dirasa lebih nyaman, sampai-sampai kami bisa bebas pilih bangku tengah untuk dipakai tidur, dan penumpang lain juga melakukan hal yang sama, pramugari pun mempersilakan karena memang pesawat sangat lega.
Alhamdulillah, akhirnya kami tiba di tujuan transit pertama di Jeddah, untuk transit ini kami ga perlu pakai visa, karena kami tidak keluar dari bandara, jadi kami hanya habiskan waktu selama 6 jam berkeliling di terminal transit Jeddah, yang ternyata ga terlalu banyak pilihan, tapi setidaknya ada beberapa food court yang bisa kami gunakan untuk menunggu
Kedai makanan yang terkenal di Arab Saudi adalah Al-Baik, fast food yang setara dengan McD, KFC dan lainnya, dengan rasa yang sama enaknya.
Di terminal transit Jeddah terdapat hotel transit Aerotel yang bisa dipakai jika transit lebih dari 4 jam, sebenarnya kami bisa saja check-in tapi karena tarif sewanya belum masuk dalam perhitungan kami, dan waktunya ga optimal, jadi kami putuskan menghabiskan waktu berkeliling di terminal transit ini saja.
Akhirnya tiba waktu boarding dari Jeddah menuju tujuan akhir Istanbul. Kali ini tidak seperti penerbangan awal dari Jakarta-Jeddah, pesawat kali ini PENUH dengan warga lokal Turkiye yang pulang kampung dari Arab, sepertinya mereka juga baru menjalankan ibadah umrah.
Cukup culture shock buat saya, karena ternyata warga Turkiye jika sudah berkumpul, mereka sama ributnya dan cukup susah diatur, sampai-sampai pramugari Saudia-nya geleng-geleng kepala karena susah mengatur para penumpang ini, dan sedikit dari mereka yang bisa berbahasa Inggris, tapi sejauh ini, perjalanannya masih sangat menyenangkan.
Setelah 4 jam penerbangan, akhirnya kami tiba di bandara Istanbul, Turkiye, Alhamdulillah semua proses imigrasi, bagagge claim, semua berjalan lancar.

Sebelum kami melanjutkan perjalanan ke penginapan, saya sempatkan membeli kartu perjalanan prabayar untuk keperluan perjalanan lokal dengan transportasi publik, ini semacam e-money, tapi kelebihannya adalah, 1 kartu bisa digunakan hingga 5 orang per penggunaan, isi ulang bisa dilakukan di mini market, maupun di terminal-terminal yang tersedia vending machine
Berbeda dari perjalanan-perjalanan kami sebelumnya yang selalu ingin optimalkan transportasi publik, karena kami tiba sekitar pukul 11.00 waktu Istanbul, dari awal saya sudah book airport transfer senilai USD 43 dengan lama waktu perjalanan sekitar 1 jam dari airport ke penginapan kami, dan ternyata layanan ini sangat sepadan, karena saya justru tidur lelap selama 1 jam perjalanan ini.
Sekitar pukul 00.30 waktu Istanbul, tibalah kami di penginapan pertama kami, di daerah Fatih, lokasi yang cukup di tengah kota Istanbul, yang berdekatan dengan komplek Masjid Sultanahmed, Hagia Sophia, Arasta Bazaar, dan destinasi wisata lainnya di Istanbul.
Penginapan kami ini merupakan sebuah apartemen sewa yang kami book melalui Airbnb, tarifnya sekitar ….. per malam, dengan fasilitas 2 kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan berbagai kelengkapan seperti mesin cuci, setrika, microwave, kompor dan perlengkapan masak lainnya, hal yang kami selalu cari dalam setiap perjalanan kami.
Jika dihitung dari waktu berangkat kami dari Indonesia, maka kami menempuh lebih dari 24 jam perjalanan, Turki lebih lambat 3 jam dari Indonesia, sehingga pukul 00.30 saat kami tiba, artinya sudah pukul 03.30 WIB, hal yang selalu kami syukuri, Alhamdulillah dengan lama perjalanan tersebut, Ayra selalu dalam keadaan happy dan sehat, begitu pula kami, karena suasana gembira dan fisik yang sehat adalah yang kami perlukan di setiap perjalanan panjang kami seperti ini.
Saya akan lanjutkan cerita perjalanan hari berikutnya dengan wisata keliling Istanbul. Sampai jumpa.

























