Di hari kelima kami kembali mengelilingi Tokyo, dan menyempatkan untuk ke salah satu destinasi menarik lainnya yaitu Odaiba, yang merupakan pulau buatan di Jepang, yang dibuat di tahun 1850-an, yang tujuannya saat itu adalah sebagai pertahanan. Banyak hal menarik untuk dilihat di Odaiba, atraksi paling menarik adalah patung Gundam setinggi 20 meter, dan tempat yang ramai dikunjungi di sini adalah DiverCity Tokyo Plaza, dan ada miniatur-miniatur landmark dari beberapa bagian dunia yang menarik untuk dilihat.
Landscape dari Odaiba sendiri memang sangat menyenangkan untuk dikunjungi, di sini juga terdapat pelabuhan yang menghubungkan Odaiba dan Asakusa, sempet kepikiran mo balik lagi ke Asakusa pengen pake kimono lagi…😁 tapi ya sudahlah…
Odaiba
Kami kembali menggunakan kereta dari Sasazuka, kali ini kami berkesempatan menggunakan Yurikamome monorail line yang melintasi rainbow bridge ke arah Odaiba,





Dari rute yang ada, kami turun 1 stasiun sebelumnya, dan ternyata lumayan jauh ke arah DiverCity, tapi kebetulan selama perjalanan, karena cuaca ga panas, jadi banyak pemandangan yang menarik, termasuk miniatur-miniatur landmark dari berbagai belahan dunia.
Kami juga sempatkan ke bawah untuk ke dekat pantai, di sini jelas kelihatan pulau buatannya, dari blok-blok beton yang sengaja ditempatkan sebagai pemecah ombak
Kami agak nyesal juga ninggalin baby stroller dalam perjalanan kali ini. Kami memang sudah siapin bawa baby stroller dan juga baby carrier i-angel, dan sejak perjalanan kemarin ke Asakusa, stroller sering ga kepakai karena anaknya sering kedinginan (salah juga sih ga bawa selimut), jadinya sering digendong, nah kali ini, supaya ga ribet, akhirnya kita cuma bepergian bawa baby carrier aja, ternyata jalanan di Odaiba ini, justru lebih enak pake stroller…😋
Ya sudahlah akhirnya kita nikmati saja, waktu itu Ayra belum 2 tahun jadi beratnya juga masih bisa kita tolerir, dan karena area di Odaiba ini luas dan lumayan sepi, aman-aman aja kalau mau lepasin anak-anak biar jalan sendiri selama dalam pengawasan kita, hampir semuanya pejalan kaki di sini.
Setelah beberapa lama sampailah kami di salah satu pusat atraksi di Odaiba, tepatnya di sebelah DiverCity Tokyo, yaitu patung Gundam setinggi 20m, yang ini sih niat banget bikinnya.
Yang menarik kenapa sampai ini jadi atraksi, karena ini bukan sekedar patung statis, ga lama tiba-tiba ramai orang berkumpul duduk depan patung ini, bikin kami bertanya-tanya ada apaan si, akhirnya kita coba cari-cari papan tourist information, ternyata di jam-jam tertentu patung Gundam ini akan berubah dari Unicorn Mode ke Combat Mode, saya bukan penggemar anime bertema mecha seperti Gundam sih, tapi awalnya agak dodol juga, saya mikir berubah mode beneran kaya model transformers gitu, tetap keren kok, cuma memang buat penggemar Gundam pasti ngerti lah maksud saya mode transformation Gundam ini seperti apa.
Atraksi di Odaiba bukan cuma ini aja kok, masih banyak yang lainnya, tapi kami ya ga sempat kunjungi semuanya, bisa dilihat di sini kok referensinya.
O ya di Odaiba sebenarnya tersedia fasilitas tempat shalat, tepatnya di DECKS Tokyo Beach, masih di sekitar sini, tapi jujur kami ga sempat nemu tempat shalatnya, padahal deket banget ini, la wong waktu datang aja kita dah liat itu DECKS Tokyo Beach 🤣, jadi kami putuskan untuk shalat seperti biasa aja, cari tempat yang sepi dan jauh dari lalu lalang orang.
Meiji Jinggu Shrine
Menjelang sore kami segera bertolak dari Odaiba, dan kami berjalan menuju Meiji Jinggu Shrine.
Entah apa alasan awal bisa sampai ke sini, tapi pokoknya Meiji Jingu Shrine sebenarnya area kuil untuk ibadah, atau kadang suka dipakai untuk acara upacara pernikahan tradisional Jepang, dan letaknya juga masih di distrik yang sama, jadi ya ga ada salahnya dikunjungi,
Kembali menaiki monorail, kali ini kami turun di Shimbashi station, lalu berjalan menuju station menaiki JR Yamanote Line ke arah Harajuku station, dari situ kami berjalan ke arah Meiji Jingu Shrine
Ini adalah beberapa snapshot aktivitas kami di dalamnya, o ya ga ada tiket masuk ya..
Kami sempat heran ada keramaian orang ngumpul ngambil foto pasangan, kami kira ini artis lokal Jepang gitu, yang main sinetron Jepang kali, taunya itu pengantin Jepang, lagi difoto-fotoin 😂, dan ternyata area ini juga memang pilihan mengadakan acara pernikahan tradisional Jepang, tepat di kuil utamanya.
Harajuku
Selesai menikmati area ini, jangan lupa terakhir kali kami turun di Harajuku Station, yang artinya sayang donk ga melihat Harajuku street, kali ini memang ada rencana istri saya pengen banget pergi ke toko asli Onitsuka Tiger di area sini.
Hari menjelang malam, kami segera kembali ke apartemen, dan besoknya adalah hari yang sedikit lebih relax, karena kami merencakan perjalanan santai ke Tokyo Toy Museum, Ueno Park (ga jadi ke Ueno Zoo), dan ga lupa pasar Ameya Yokocho – sampai jumpa.
Tidak lupa sedikit ringkasan video perjalanan di Odaiba dan ke Harajuku.
Ringkasan Biaya Perjalanan
Kali ini hampir seluruh biaya perjalanan hanya untuk naik kereta saja, karena semua tempat yang kami kunjungi tidak ada tiket masuknya, sisanya beli makan dan minum.
| Pengeluaran | Jumlah | Total (JPY) | Total (IDR) |
|---|---|---|---|
| Tiket kereta ke Odaiba | 2 | 1,342 | 161,040 |
| TIket kereta ke Odaiba – Harajuku | 2 | 1,046 | 125,520 |
| Tiket kereta Harajuku – Sasazuka | 2 | 504 | 60,480 |
| Cash Spending Makan-Minum | 2 | 2,000 | 240,000 |
| GRAND TOTAL | 4,892 | 587,040 |































































