Setelah sehari sebelumnya kami menikmati Tokyo Disneyland, kali ini istri saya juga sangat well-planned sudah mem-booking perjalanan ke Hakone dari jauh-jauh hari, berikut beberapa atraksi yang bisa dinikmati di Hakone, lalu di mana Hakone, dan apa yang membuat destinasi ini kok bisa masuk dalam itinerary perjalanan kami ke Jepang? Ga ribet sih, sekedar cari review traveller untuk rekomendasi travelling di Jepang, kami tertarik dengan tempat yang belum cukup populer sebagai destinasi wisata internasional, dan Hakone menurut review ini adalah tujuan wisata eksotis untuk turis-turis lokal dan juga beberapa turis mancanegara yang mungkin mengharapkan destinasi wisata yang ga terlalu crowded.
Hakone adalah kota yang terletak di Prefektur Kanagawa, jaraknya sekitar 86 km dari Tokyo.
Transportasi
Kami booking trip ke Hakone ini juga melalui Klook , kami membayar sebesar IDR 1,23 juta untuk 2 orang, paket ini mencakup free pass 2 hari di Hakone, yang mencakup perjalanan dengan kereta dari Odakyu Sightseeing Centre, dan round trip perjalanan kembali dari Hakone, di sini kami akan diarahkan ke platform untuk menaiki kereta ke Hakone.
Saat berangkat ke Hakone, kami memilih untuk tambah biaya untuk menggunakan layanan limited express Romance Car, ini adalah kereta express non-stop langsung ke Hakone yang berhenti di Stasiun Odawara, biaya tambahan sebesar JPY 1800 untuk 2 orang.
Perjalanan kami tempuh sekitar 45 menit, ga lama kami sudah sampai di tujuan akhir stasiun Odawara, sebelum ke penginapan dan menikmati lokasi wisata, kami sempatkan dulu makan siang.
Ada pengalaman yang mungkin sepele tapi berkesan banget buat kami, selesai makan siang, setelah bersih-bersih, istri saya baru sadar kalau sebelah sarung tangannya habis makan siang ga tahu hilang di mana, bongkar-bongkar tas ga ketemu, dicariin ampe ke toko tempat terakhir beli makan, ga ada juga, akhirnya ke lost and found, awalnya ga ngarep banget ya, sarung tangan cuma sebelah doank, barang kecil, tapi ya ga ada salahnya dicoba, eh ternyata ada, dan kata petugasnya itu sarung tangan diantar sama petugas toko tempat kami beli makan siang, jadi yang saya kaguminya adalah kepedulian orang tentang barang sekecil apapun harus diperlakukan sesuai prosedur standar, ga lantas karena barang ga ada harganya, lalu cuekin aja lah, buang aja…
Untuk menuju ke penginapan, kami harus naik kereta dari stasiun Odawara ke Stasiun Hakone-Yumoto, lalu berpindah kereta yang menuju Ohiradai Station, tujuan penginapan kami, dan dilanjutkan berjalan kaki, berikut adalah peta kereta dan wisata di Hakone yang kami dapatkan di salah satu travel blog tentang Hakone, silakan klik peta untuk melihat detailnya.

Ini beberapa tangkapan kamera dalam perjalanan ke arah penginapan.
Day 1 Hakone – (2 Day Free-Pass)
Agak sedikit salah rencana, dan yang ga diduga gara-gara kami kelamaan salah naik kereta, harusnya dari Ohiradai langsung naik di plaform ke arah Gora station, tapi malah balik ke Odawara, ya lama deh, dan ternyata Hakone Ropeway hanya beroperasi sampai pukul 17.00 waktu setempat, kami kelamaan diam di penginapan dan makan siang waktu di stasiun Odawara.
Bukan cuma Hakone Ropeway yang sudah ga beroperasi, tapi shuttle train yang kami naiki ke arah Hakone Ropeway juga ternyata kereta terakhir, jadi pas turun, ya sudah deh, ga ada kereta lagi, walah.., tapi untunglah, bapak-bapak yang jaga di stasiun akhir shuttle train di Hakone Ropeway sampe ninggalin pos jaga-nya untuk ngantar kita naik bis di Hakone balik ke penginapan kita.
At least selama di atas, walaupun kami ga sempat naik Ropeway, pemandangan di sore hari sangat menakjubkan.
Walaupun ini daerah jauh dari Tokyo, tapi ga perlu khawatir, bus yang kami naiki mudah sekali untuk tahu kami harus turun di mana, satu hal menarik saat kami naik bus ini, jalanan di kota Hakone ini kecil hanya 2 jalur, jadi ketika bus berhenti untuk naik-turun penumpang, otomatis ga bisa menepi, karena ga disiapkan ceruk untuk halte bus, dan sudah pasti donk, bakal bikin antrian. Tepat dugaan kami, saat kami turun dan seorang ibu tua naik dan bayar cash – o ya Suica bisa dipakai di sini – bus yang berhenti bikin antrian sampai kira-kira ada 3-4 mobil dan 1 motor di belakang.
Kalau di Indonesia, sudah ketebak ya bakal ada apa? yes, klakson berkepanjangan dan motor yang ga bakal nunggu, tapi tahukah anda, di sini, ga ada polisi, adanya cuma marka lurus, dan ga ada satupun yang motong jalur, amazing ya? itu makanya buat saya pribadi kepribadian warga Jepang ini bikin saya kagum banget, mengingat saya sering banget naik darah kalau lagi nyetir di negara sendiri dan dipotong ama motor dari kiri ataupun orang-orang yang udah ga peduli dengan aturan.
Malam kami kembali ke penginapan di Hakone, dan kami bersiap untuk menikmati atraksi Ropeway dan berkeliling di Togendai river menggunakan kapal ferry.
Berikut beberapa galeri mengenai penginapan kami di Hakone.
Day 2 Hakone (2 Days Free Pass)
Dengan suhu udara yang masih sekitar -2 derajat celsius, bangun pagi, dengan kamar mandi di luar, dan udah gitu kamar mandi laki-laki dan perempuan ternyata beda lantai 😆 so pasti ini perjuangan berat donk untuk mandi dan lain-lainnya (untuk toilet seat pakai warmer) dan juga air panas di kamar mandi.
Di penginapan ini kami mendapatkan sarapan khas tradisional Jepang, sang host sendiri yang menyiapkan, membawa, dan menyajikan sarapan tersebut dengan kayanya ada urutan-urutannya gitu.
Kami kembali ke stasiun Ohiradai, dan tanpa mengulangi kesalahan hari sebelumnya, kami naik dari platform ke arah Gora station, sesampainya, kami langsung menuju Sounzan station yang akan mengantar kami kembali ke titik awal Hakone Ropeway.

Selama menikmati Ropeway ini ada beberapa persinggahan di beberapa titik, adapun titik yang menurut kami paling OK banget adalah titik perhentian kawah Owakudani, saat melanjutkan perjalanan sayang banget kami kurang jodoh untuk melihat pemandangan Gunung Fuji karena pas lagi berawan.
Ropeway ini mengakhiri perjalanan di tepi danau Ashi di area Togendai dan kami melanjutkan perjalanan dengan kapal wisata ke arah Motohakone, untuk melanjutkan jalan-jalan ke Hakone-Jinja Shrine, kuil untuk ibadah, ya ga ibadah tentunya ya…
Kami menghabiskan hari di tepi danau ini, dan saat hari menjelang sore mulai turun hujan, salju tentunya, dan deras banget, ini menarik banget buat kami yang hidup dan lahir di negara tropis liat salju cuma di TV, bunga es, ama serutan es teler…
Kami kembali ke penginapan dengan menggunakan bus dengan rute yang sama sehari sebelumnya kami lewati karena kesorean, sesampainya di penginapan, karena kami sudah check out sejak pagi, jadi kami hanya mengambil backpack saja, dan siap kembali ke Tokyo.
Perjalanan kembali ke Tokyo kembali kami tempuh dari stasiun Odawara, tapi kali ini kami ga menggunakan Express Romance Car lagi, tapi menggunakan kereta reguler yang sudah termasuk dalam 2 day free pass ini. O ya, Free Pass ini sebenarnya bukan cuma buat kereta, ropeway, wisata kapal, tapi juga semua wisata yang ada di Hakone tapi sayang ga sempat kami kunjungi kaya ada museum dan taman-taman.
Kami kembali tiba di Odakyu Sightseeing Centre, kembali ke Shinjuku Station, dan naik kereta kembali ke Sasazuka station.
Ringkasan Biaya Perjalanan
Dalam ringkasan ini, ada biaya transportasi darat non-tour, ini adalah bus kota yang tidak dicover oleh Hakone Free Pass, karena Pass tadi hanya untuk lokasi wisata.
| Pengeluaran | Jumlah | Total (JPY) | Total (IDR) |
|---|---|---|---|
| 2-Days Hakone Free Pass | 2 | 10,291 | 1,235,000 |
| Transportasi Darat Non-Tour (City Bus) | 4 | 4,160 | 499,200 |
| Cash Spending Lain (Makan, Minum) | 3 | 2,000 | 240,000 |
| GRAND TOTAL | 16,451 | 1,974,200 |
Sekian ringkasan perjalanan kami selama 2 hari di Hakone, sampai jumpa lagi di 3 hari berikutnya di Asakusa Temple, Odaiba, dan Tokyo Toy Museum.
Seperti biasa ini adalah ringkasan perjalanan lain dalam kompilasi video.



































































